Cara Mengobati Luka Pada Kucing

Cara Mengobati Luka Pada Kucing – Ketika kucing kesayangan anda pulang ke rumah, anda mendapati tingkah lakunya sedikit berbeda. Biasanya Ia akan bergerak aktif dan lincah berlarian, Tapi kini anda hanya melihat si kucing diam sambil menjilati tubuhnya. Hal itu karena tubuhnya sedang terluka akibat bertengkar dengan temannya, atau menggaruk tubuhnya secara berlebihan. Jika terlalu lama dibiarkan luka kucing akan menyebabkan infeksi dan komplikasi yang dapat berakibat fatal. Berikut cara mengobati luka pada kucing.

Cara Mengobati Luka Pada Kucing Agar Cepat Sembuh

luka pada kucing
Image : figopetinsurance.com

1. Cek Luka Kucing

Ada banyak penyebab kucing terluka biasanya terkena luka cakaran akibat bertengkar. Jika kucing anda tampak tidak bergerak aktif seperti biasanya, bisa jadi luka di tubunya. Jangan dibiarkan kucing merasa kesakitan, atau lukanya menjadi infeksi. Cobalah untuk mencari penyebab serta letak luka pada kucing anda, biasanya luka kucing tertutup oleh bulu lebatnya.

Saat terluka bulu kucing akan tampak lebih menggumpal, untuk solusi anda bisa memotong sedikit bulunya. Angkat badan kucing secara perlahan agar tidak menyakitkan si kucing. Namun ada juga bulu kucing yang terluka rontok atau botak pada bagian tertentu. Hal ini bisa terjadi karena lukanya membuat gatal dan sering digaruk. Sehingga bagian lukanya bertambah besar dan mengakibatkan infeksi.

2. Kenali Jenis Luka Si Kucing

Sebelum tahu cara mengobati luka pada kucing anda perlu mengenali jenis luka, yang membuat kucing kesakitan. Untuk luka tertup biasanya tidak terlihat secara langsung, namun kucing akan merasa sakit saat disentuh. Luka ini biasanya terjadi pada organ dalam si kucing, atau memar pada ototnya. Tanda-tanda luka akan terlihat kebiruan yang berubah bengkak, karena terjadi pembekuan darah.

Untuk luka terbuka biasanya lebih jelas terlihat dan bentuk lukanya cukup beragam. Jika anda menemukan luka lecet berupa goresan biasanya terdapat pendarahan kecil di sekitar tubuhnya. Hal ini terjadi karena kucing senang menjilati kulit yang gatal, sehingga luka lecet semakin terbuka akibat lidahnya yang tajam. Atau bisa jadi akibat luka tertusuk yang cukup dalam, dan menyebabkan abses pada tubuh.

Kemudian ada jenis luka terkoyak yang terlihat jelas, dan bentuknya tidak beraturan. Luka seperti ini bisa disebabkan karena kucing bertengkar, dan digigit oleh lawannya. Sedangkan luka irisan bentuknya seperti terpotong yang disebabkan oleh tusukan benda tajam. Dan pengobatan luka pada kucing harus dilakukan segera, karena dua jenis luka tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama.

3. Oleskan Cairan Antispetik

Ketika kucing sedang terluka biasanya Ia akan menunjukkan gelagat kesakitan. Hal itu merupakan reaksi wajar karena tubuhnya merasakan perih, dan nyeri di bagian luka. Berikan cairan khusus pada si kucing untuk membersihkan luka, contohnya Saline. Cairan tersebut bisa membersihkan luka dan menghilangkan bakteri, sehingga luka pada kucing tidak terjadi infeksi.

Atau anda bisa mengobati dengan cara sederhana yaitu menggunakan air garam. Caranya rebus satu gelas air kemudian beri garam satu sendok makan, dan aduk hingga larut. Setelah air larutan mendidih biarkan dingin lalu oleskan pada bagian luka si kucing. Gunakan kapas untuk membersihkan bulu kemudian usapkan secara perlahan.

Cara mengobati luka pada kucing harus dilakukan dalam keadaan tenang. Anda bisa mengalihkan perhatiaan dengan memberi mainan, atau makanan sebelum membersihkan luka. Hal tersebut bertujuan agar anda lebih mudah saat proses pembersihan luka. Tubuh kucing akan sering bergerak-gerak pada saat diobati karena cairan anti infeksi membuat lukanya perih.

4. Bersihkan Luka dengan Jarum Suntik

Jika luka si kucing cenderung parah dan terbuka anda perlu mengobatinya dengan jarum suntik. Caranya dengan memasukkan cairan pembersih ke dalam suntik, lalu semprot di bagian tubuh yang terluka. Anda tidak perlu memasukkan jarum suntik hingga masuk ke dalam tubuh si kucing. Cara pengobatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, sampai luka si kucing bersih.

Baca Juga : Cara Membersihkan Telinga Kucing Yang Kotor

5. Pemberian Obat Luka

Cara mengobati luka pada kucing bisa diberikan obat khusus, untuk meredakan infeksi. Obat tersebut memang dirancang untuk kucing dan anjing, jadi dijamin aman tanpa menyebabkan iritasi. Anda bisa memberikan minyak zaitun dan madu sebagai obat alami, untuk kucing yang terluka. Hasilnya sangat baik untuk penyembuhan luka, karena menjadi lebih kering dan cepat tertutup.

6. Penggunaan E-Collar

Atau anda bisa menggunakan E-Collar yaitu alat berbentuk corong, yang membuat kucing tidak bisa menjilati luka. Cara penyembuhan secara alami ini bisa mempercepat sembuhnya luka, karena kucing tidak bisa menggaruk tubuhnya. Penggunaan E-Collar disarankan atas pengawasan dari dokter hewan, karena perlu disesuaikan ukuran dan jenis bahannya. Karena corong yang tidak pas ukurannya akan mengganggu pemandangan si kucing.

7. Bawa Ke Dokter Hewan Jika Ada Komplikasi

Cara mengobati luka pada kucing memang bermacam-macam, namun tidak semuanya baik untuk kucing. Anda perlu waspada terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter hewan. Jika salah pemberian obat takutnya terjadi komplikasi, yang membuat kondisi kucing semakin parah. Selain itu jangan terlalu lama membiarkan luka si kucing, takutnya tubuh kucing akan mengalami reaksi negatif.

kucing terluka
Image : baysidemobilevet.com.au

Komplikasi Yang Mungkin Terjadi Saat Luka Pada Kucing:

  • Gejala komplikasi pertama bisa anda lihat ketika kucing mengalami radang. Bagian luka akan terlihat lebih merah karena aliran darah akan terkonsentrasi disana. Ketika aliran darah lebih banyak di daerah sekitar luka justru membuat kondisi tubuh panas. Jika sudah demikian kucing akan merasa kesakitan, dan tubuh tidak bisa bergerak. Radang juga membuat daerah luka menjadi bengkak karena sel pertahanan pindah kesana.
  • Gejala kedua ialah radang disertai dengan nanah atau abses, karena sel pertahanan pindah ke dalam luka. Abses tersebut akan pecah sebab tertekan oleh berkurangnya elasitas otot. Namun abses yang pecah jauh lebih baik daripada abses yang terus bertahan. Karena jaringan akan mengeras dan mengganggu aktivitas kucing, dan harus dipecahkan dengan alat khusus yang steril.
  • Gejala ketiga yaitu kasus luka yang membusuk atau gangrene, yaitu saat luka terbuka yang memungkinkan masuknya bakteri. Kondisi tubuh yang lembab dan adanya darah, menjadi pemicu utama perkembangan bakteri. Apabila bakteri terus tumbuh akan menyebabkan infeksi, dan merusak metabolisme kucing. Bahkan luka akan membusuk secara perlahan, jika lukanya parah kemungkinan bisa diamputasi.
  • Gejala keempat yaitu luka berbelatung atau miasis, karena tumbuhnya larva pada jaringan. Hal ini biasanya terjadi pada luka yang terbuka yang mengandung darah, tempat yang disukai oleh lalat. Lalat akan bertelur di daerah luka dan berkembang menjadi belatung. Kondisi miasis ini harus segera mendapat penanganan dari dokter hewan, agar luka segera dibersihkan. Dokter hewan mempunyai cara perawatan luka yang berbeda, dengan alat yang lebih steril.

Baca Juga : Ciri-Ciri Kucing Sakit Demam

Kucing merupakan hewan peliharan yang sangat menggemaskan, dan mudah membuat orang jatuh cinta. Namun anda akan merasa sedih ketika kucing tidak lincah seperti biasanya, dan terlihat kesakitan. Jika mengenali tanda-tanda tersebut segera lakukan pengecekan pada bagian tubuh si kucing, siapa tahu ada yang terluka. Ketika menemukan luka segera lakukan pertolongan pertama, supaya tidak menyebabkan infeksi. Terima kasih sudah membaca artikel “Cara Mengobati Luka Pada Kucing” diatas, Semoga Bermanfaat.

Bagikan Artikel

Tinggalkan komentar